Kamis, 14 April 2011

perkusi pada abdomen

PERKUSI PADA ABDOMEN

PERKUSI
Perkusi berguna untuk mendapatkan orientasi keadaan abdomen secara keseluruhan, menentukan besarnya hati, limpa, ada tidaknya asites, adanya massa padat atau massa berisi cairan (kista), adanya udara yang meningkat dalam lambung dan usus, serta adanya udara bebas dalam rongga abdomen. Suara perkusi abdomen yang normal adalah timpani (organ berongga yang berisi udara), kecuali di daerah hati (redup; organ yang padat).
   A.   Orientasi abdomen secara umum.
Dilakukan perkusi ringan pada seluruh dinding abdomen secara sistematis untuk mengetahui distribusi daerah timpani dan daerah redup (dullness). Pada perforasi usus, pekak hati akan menghilang.
   B.   Cairan bebas dalam rongga abdomen
Adanya cairan bebas dalam rongga abdomen (asites) akan menimbulkan suara perkusi timpani di bagian atas dan dullness dibagian samping atau suara dullness dominant. Karena cairan itu bebas dalam rongga abdomen, maka bila pasien dimiringkan akan terjadi perpindahan cairan ke sisi terendah. Cara pemeriksaan asites:
  C.   Pemeriksaan gelombang cairan (undulating fluid wave).
Teknik ini dipakai bila cairan asites cukup banyak. Prinsipnya adalah ketukan pada satu sisi dinding abdomen akan menimbulkan gelombang cairan yang akan diteruskan ke sisi yang lain.
Pasien tidur terlentang, pemeriksa meletakkan telapak tangan kiri pada satu sisi abdomen dan tangan kanan melakukan ketukan berulang-ulang pada dinding abdomen sisi yang lain. Tangan kiri kan merasakan adanya tekanan gelombang.
  D.  Pemeriksaan pekak alih (shifting dullness).
Prinsipnya cairan bebas akan berpindah ke bagian abdomen terendah. Pasien tidur terlentang, lakukan perkusi dan tandai peralihan suara timpani ke redup pada kedua sisi. Lalu pasien diminta tidur miring pada satu sisi, lakukan perkusi lagi, tandai tempat peralihan suara timpani ke redup maka akan tampak adanya peralihan suara redup
PERKUSI ABDOMEN
 
Lakukan perkusi di empat kuadran dan perhatikan suara yang timbul pada saat melakukannya danbedakan batas-batas dari organ dibawah kulit. Organ berongga seperti lambung, usus, kandung kemih berbunyi timpani, sedangkan bunyi pekak terdapat pada hati, limfa, pankreas, ginjal

1. PERKUSI BATAS HATI
     
    1. Posisi pasien tidur terlentang dan pemeriksa berdirilah disisi kanan pasien
    2. lakukan perkusi pada garis midklavikular kanan setinggi umbilikus, geser perlahan keatas,sampai terjadi
        perubahan suara dari timpani menjadi pekak, tandai batas bawah hati tersebut.
    3. Ukur jarak antara subcostae kanan kebatas bawah hati.

Batas hati bagian bawah berada ditepi batas bawah tulang iga kanan.Batas hati bagian atas terletakantara celah tulang iga ke 5 sampai ke 7. Jarak batas atas dengan bawah hati berkisar 6 ± 12 cm danpergerakan bagian bawah hati pada waktu bernapas yaitu berkisar 2 ± 3 sentimeter

2. PERKUSI LAMBUNG

    1. Posisi pasien tidur terlentang
    2. Pemeriksa disamping kanan dan menghadap pasien
    3. Lakukan perkusi pada tulang iga bagian bawah anterior dan bagian epigastrium kiri.
    4. Gelembung udara lambung bila di perkusi akan berbunyi timpani


3. PERKUSI GINJAL

    1. Posisi pasien duduk atau berdiri.
    2. Pemeriksa dibelakang pasien
    3. Perkusi sudut kostovertebral di garis skapular dengan sisi ulnar tangan kanan.
    4. Normal perkusi tidak mengakibatkan rasa nyeri.

Perkusi berguna (khususnya pada pasien yang gemuk )untuk memastikan adanya pembesaran beberapa organ,khususnya hati,limpa,atau kandung kemih.lakukan selalu perkusi dari daerah resonan ke daerah pekak,dengan jari pemeriksa yang sejajar dengan bagian tepi organ.



http://www.scribd.com/doc/7632430/Pemeriksaan-Fisik-Abdomen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar